..Welcome to My Blog, Please enjoy yourself..

Hot News

« »

Sunday, October 26, 2014

FEB-UNMER
q6:03 PM 0 comments

SEJARAH

Universitas Merdeka Malang berdiri di Malang sejak 5 Juli 1964 bersamaan dengan pendirian Fakultas Ekonomi. Fakultas Ekonomi terdiri dari 5 program studi yaitu Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, D3 Akuntansi dan perpajakan, D3 Keuangan dan Perbankan. 
Dalam perjalanannya Universitas Merdeka Malang telah banyak mengukir prestasi di bidang Tri Dharma Pendidikan Tinggi, sehingga Universitas Merdeka Malang dikenal oleh masyarakat luas disamping sebagai Universitas Swasta tertua di Malang, juga sebagai Institusi pendidikan tinggi yang memiliki reputasi pendidikan berkualitas dan menjadi salah satu Universitas Swasta terkemuka di Indonesia, komitmen terhadap kualitas pendidikan yang sangat tinggi mendorong semua pihak; pengelola, dosen dan mahasiswa  untuk mengutamakan kualitas, baik dalam proses belajar dan pembelajaran, prosedur operasional, maupun proses pengelolaannya. Komitmen tersebut tercermin di dalam statement Visi, Misi, dan tujuan UNMER Malang dan Fakultas Ekonomi. Oleh karenanya, untuk mencapai semua yang diharapkan tersebut, UNMER Malang menyusun standart mutu manajemen yang dibuktikan dengan memperoleh status disamakan pada tanggal 29 Juli 1985 sesuai dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0343/Q/1985.

Dari sisi akademik Fakultas Ekonomi UNMER Malang melakukan perbaikan yang terus menerus sebagaimana terlihat dari pengakuan badan Akreditasi Nasional. Kelima PS yang ada di Fakutas Ekonomi sudah terakreditasi dengan status terakhir masing-masing Manajemen B (2009), Akuntansi B (2006), Ekonomi Pembangunan B (2009), D3 Akuntansi dan perpajakan B (2009), D3 Keuangan dan Perbankan B (2009). Untuk mencapai harapan tersebut, Fakultas Ekonomi terus berupaya melakukan perbaikan-perbaikan untuk menutupi kekurangan yang terjadi pada periode akreditas sebelumnya, terutama pada sisi penelitian dan pengabdian masyarakat.

Kurikulum masing-masing program studi di Fakultas Ekonomi UNMER Malang dikembangkan berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 045/U/2000 dan Nomor: 045/U/2003, kandungan detail materi kurikulum secara berlanjut dimutakhirkan dengan mempertimbangkan perkembangan lingkungakn ekonom, bisnis, teknologi, informasi dan ilmu manajemen itu sendiri baik yang terjadi pada saat ini dan di masa yang akan datang. Selain itu, dalam menyusun dan mengembangkan kurikulumnya, Fakultas Ekonomi juga melakukan benchmarking dengan universitas dalam maupun luar negeri, serta kurikulum yang disusun oleh Forum Dosen Fakutas Ekonomi sebagai bahan referennsi dan melakukan "Rapat Dengar Pendapat" dengan kalangan profesi dan pelaku bisnis yang nantinya akan menjadi pengguna lulusan. Adapun masing-maisng program studi di Fakultas Ekonomi UNMER Malang menawarkan beberapa konsentrasi sebagai berikut :
1.    Manajemen :
·         Manajemen Pemasaran
·         Manajemen Sumber Daya Manusia
·         Manajemen Keuangan
·         Manajemen Produksi

Tahun 2010 direncanakan akan dikembangkan Konsentrasi baru yaitu Manajemen Periklanan dan untuk konsentrasi Manajemen Keuangan akan lebih difokuskan pada spesialisasi Financial Planner dan Capital Market.

2.    Akuntansi :
·         Akuntansi Keuangan
·         Akuntansi Manajemen
·         Akuntansi Umum
·         Akuntansi Perpajakan

3.    Ekonomi Pembangunan :
·         Ekonomi Sumber Daya
·         Ekonomi Keuangan Perbankan

Tahun 2010 direncanakan akan dikembangkan konsentrasi baru yaitu Perencanaan Pembangunan dan Otonomi Daerah (Konsentrasi ini dibentuk dari dengan menyesuaikan pada kebutuhan pasar tenaga kerja).

4.    D3 Keuangan dan Perbankan
·         Manajemen Keuangan dan Perbankan (Konvensional)
·         Manajemen Keuangan dan Perbankan Syariah

5.    D3 Akuntansi
·         Akuntansi Keuangan
·         Akuntansi Perpajakan

Selain itu komitmen atas program kemandirian dan kewirausahaan ditindaklanjuti ke dalam mata kuliah muatan lokal Kemandirian dan Kewirausahaan. Sedangkan komitmen atas pendidikan nilai, ditindaklanjuti dengan program pembinaan watak.
Untuk membuka wawasan mahasiswa dan mem[erkuat keahlian mahasiswa pada bidang kompetensinya, setiap program studi di Fakultas Ekonomi Unmer Malang juga melaksanakan kegiatan kuliah praktisi, field trip sebagai upaya memperkenalkan kondisi riildunia usaha, Praktek Kerja Lapangan atau magang untuk mengaplikasikan IPTEKS yang telah diperolah di bangku perkuliahanserta memberikan praktikum tidak saja yang bersifat tradisional di kelas, tetapi juga praktikum dalam bentuk simulasi dan penggunaan software komputer dalam Laboratorium Komputer seperti : Statistik II, Sistem Perbankan, Manajemen Strategi, PKA serta beberapa laboratorium pengembangan dari masing-masing bidang ilmu yang menjadi mata kuliah inti di setiap program studi.
Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan Fakultas Ekonomi UNMER Malang juga bersifat dinamis, tidak hanya terpaku pada pola proses belajar dan pengajaran yang tradisional seperti yang selama ini banyak dianut oleh Perguruan Tinggi yang ada. Metode pembelajaran di Fakultas Ekonomi UNMER Malang yang sedang berlaku dan dikembangkan mengikuti pola Student Center Learning, Problem Based Learning, dan Project Based Learning serta mengikuti tingkat kemajuan teknologi informasi. Sehubungan dengan itu UNMER Malang sejak tahun 2004 telah memasukkan pola pembelajaran E-Learning yang berbasis internet dalam proses belajar dan pembelajarannya. Pola pembelajaran ini memberikan dampak yang sangat positif bagi peningkatan kualitas mahasiswa, karena dengan pola ini kita dapat menghilangkan batasan waktu dan ruang serta sumber referensi dan materi dalam proses belajar dan pembelajaran. Melalui website Fakultas Ekonomi UNMER Malang, mahasiswa dapat mengakses materi kuliah dan bahan referensi lain yang dibutuhkan.
Untuk menunjang proses belajar dan pembelajaran yang kondusif dan bermutu, semua ruang kelas di Fakultas Ekonomi UNMER Malang telah dilengkapi dengan Air Conditioners (AC), White Board, Loudspeakers, Overhead Projectors, bangunan yang bersih dan relatif kedap suara, serta pengaturan tata letak kursi yang mudah diubah sesuai dengan kebutuhan. Sejak awal tahun 2007 beberapa ruangan kelas bahkan telah dilengkapi dengan LCD Projectors beserta dengan komputernya yang terhubung dengan internet. Selain itu di perpustakaan dan kantin mahasiswa juga dilengkapi dengan WIFI sehingga mahasiswa  maupun dosen dapat dengan mudah search dan download kebutuhan kuliah dan mengajar.
Strategi jangka panjang UNMER Malang dan masing-masing Fakultas berikut Program Studinya dikembangkan berdasarkan analisis yang sistematis, dengan mengacu pada hasil-hasil pencapaian masa lalu dan masa sekarang, serta melihat kebutuhan di masa yang akan datang. Dengan demikian, Fakultas Ekonomi UNMER Malang diharapkan akan dapat selalu mengembangkan diri serta menghasilkan lulusan yang berkualitas, mempunyai daya saing, serta sesuai dengan kebutuhan bisnis dan industri di era globalisasi saat ini.

Selengkapnya kunjungi situs FEB Unmer



In Category : , ,

PT. Pancanaka Swasakti Utama
q5:38 PM 0 comments

SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN

PSU Office
     PT. Pancanaka Swasakti Utama didirikan di Malang, Jawa Timur. Pada tanggal 23 Agustus 2001, dihadapan notaris Dr.Benediktus Bosu, SH., SHPN., MSc. pada awalnya perusahaan ini memusatkan kegiatan usahanya pada pembangunan rumah tinggal dan bangunan komersial baik konstruksi (eksterior) maupun interior khusus di daerah Malang. Dengan kerja keras, keahlian dan dedikasi para personilnya, saat ini telah beroperasi dalam scope yang lebih luas di Jawa, Bali , Sumatra, Kalimantan, Kepulauan Riau hingga Johor baru Malaysia.
     Dalam perjalanannya management melihat peluang yang lebih besar dan menjanjikan adalah ada pada bidang property, khususnya adalah pengembangan perumahan. Maka PT. Pancanaka Swasakti Utama menjadikan bisnis property terutama real estate menjadi bisnis utama (core bussines).

     Selain bergerak di bidang property sebagai usaha utama, PT. Pancanaka Swasakti Utama juga meluaskan bidang usahanya di bidang Pariwisata (Pancanaka Wisata Utama), Bidang Konsultan arsitektur (Pancanaka Desain Utama), Bidang pengadaan alat berat (Pancanaka  Material) dan bisnis lainnya yang berjumlah kurang lebih 11 perusahaan yang berkantor pusat di Kota Malang dan Jakarta.

     Dengan motto We made a better environment, Pancanaka Group telah banyak menghasilkan karya-karya, seperti: Proyek Perumahan, Pertokoan dan Apartment. Motto tersebut sampai saat ini dilaksakan terus menerus dan menjadi guidance untuk bisnis lainnya.


Aktivitas Divisi Real Estate

     Bidang real estate yang selama ini menjadi core bisnis perusahaan secara terus menerus melaksanakan inovasi untuk bisa berperan dalam pembangunan. Hal ini juga dikarenakan real estate memegang peranan penting dalam menunjang masalah pengembangan suatu kawasan baik dari segi fisik maupun masyarakat.
     Sampai saat ini Pancanaka Group telah ikut memberikan warna dalam perkembangan dan persaingan dalam dunia real estate. Proyek-proyek dalam lingkup Pancanaka Group berada di banyak kota di Pulau Jawa sampai Pulau Kalimantan. Dengan keberadaan motto yang selama ini menjadi pegangan dari berbagai elemen dalam perusahaan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik, maka dalam setiap proyek selalu menerapkan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang terkontrol, sehingga kualitas selalu menjadi satu elemen yang melekat dalam diri perusahaan.

     Sampai saat ini 40 proyek real estate yang telah maupun sedang dilaksanakan oleh Pancanaka Group di berbagai kota dan propinsi. Proyek-proyek tersebut antara lain:

Area Jabodetabek:
LA City Apartement - Jakarta
Pancanaka Green Leaf - Jakarta

Area Jawa Barat:
Erfina Kencana Regency - Bogor
Green Erfina Residence - Cikampek
Pancanaka Orchid Hill - Bandung Barat
Sanghyang Pancanaka Hill - Cimahi
Pancanaka Royal Garden - Cimahi
Pesona Kahyangan - Tasikmalaya
Pesona Nirwana - Tasikmalaya (Selesai)
Pancanaka River View - Tasikmalaya
Pancanaka Serang Garden - Serang

Area Jawa Tengah:
Royal Residence - Klaten (Selesai)
Pancanaka Green Semesta - Semarang

Area Bali:
Bali Erfina Residence

Area Kalimantan Selatan:
Grand Mawar City - Banjarbaru
Grand Mawar City - Batulicin
Pancanaka Green Hill - Balikpapan

Area Sumatra:
Pancanaka Green Garden - Bengkulu
Pancanaka City - Tanjung Pinang
Pancanaka Bangka Mansion - Pangkal Pinang

Area Jawa Timur:
Tirtasari Residence - Malang
Sulfat Rivera Residence - Malang
Pesona Bougenville - Ponorogo
Pancanaka Orchid Residence - Madiun
Demangan Residence - Lamongan
Pesona Madusari - Ponorogo (Selesai)
Pesona Kertosari - Ponorogo (Selesai)
Pesona Anggrek Jingga - Madiun (Selesai)
Royal Orchid Residence - Madiun (Selesai)
Permata Erfina Residence - Tulungagung (Selesai)
Sulfat Erfina Residence - Malang (Selesai)
Bandara Erfina Residence - Malang (Selesai)
Royal Janti Residence - Malang (Selesai)
Taman Panarukan - Malang (Selesai)
Ruko Ketawang - Malang (Selesai)
Green Royal Residence - Probolinggo (Selesai)
Griya Sumber - Malang (Selesai)
Sukun Tirtasari - Malang (Selesai)
Pesona Tatasurya - Malang (Selesai)
Bhumi Ketawang - Malang  (Selesai)
Demangan Regency - Lamongan (Selesai)
Bhumi Amarilys - Batu (Selesai)

Aspek Sumber Daya Manusia

     Pancanaka Group menyadari bahwa karyawan merupakan aset perusahaan yang paling penting, untuk itu setiap karyawan baru yang telah melewati proses recruitment yang ketat mendapat pelatihan kerja secara intensif guna mempersiapkan mereka dalam menghadapi pekerjaan profesional yang sebenarnya.

     Personil-personil Pancanaka sebagian besar adalah pribadi-pribadi yang berpengalaman dalam berbagai bidang ilmu selama lebih dari 10 tahun dibidangnya. Akan tetapi dengan perkembangan teknologi yang demikian cepat memaksa kami untuk tidak berdiam diri sehingga program pelatihan dan pendidikan baik itu untuk internal perusahaan maupun untuk kegiatan diluar perusahaan tetap dilaksanakan terus menerus secara kontinyu untuk memastikan bahwa SDM kami mengikuti pesatnya perkembangan teknologi yang ada.

     Pancanaka Group hingga saat ini didukung oleh sekitar 230 orang Sarjana dan Teknisi profesional. Departemen SDM dari perusahaan ini secara terus menerus mencari serta mendidik karyawan yang potensial untuk mempertahankan organisasi yang profesional dan dapat diandalkan.

     Dari segi pendukung, Pancanaka Group selalu memperhatikan kesejahteraan karyawan, selama pelaksanaan proyek, perusahaan melakukan pengawasan ketat untuk menjamin keamanan dan keselamatan para karyawan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas dan mutu dari pekerjaan.

     Untuk itu disiplin dan kualitas kerja selalu ditekankan pada seluruh organisasi untuk menjamin keutuhan prestasinya. Dalam rangka rencana ekspansi dan intensifikasi yang berkesinambungan serta untuk dikenal secara meluas, konsultan bisnis kami gunakan untuk melengkapi potensi kami di berbagai bidang pekerjaan.



In Category : , ,

Malang.. "Paris van East Java"
q1:15 PM 0 comments

Malang

Kota Malang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa TimurIndonesia. Kota yang berpenduduk 820.243 (2010) ini berada di dataran tinggi yang cukup sejuk, terletak 90 km sebelah selatan Kota Surabaya, dan wilayahnya dikelilingi oleh Kabupaten Malang. Luas wilayah kota Malang adalah 252,10 km2. Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya, dan dikenal dengan julukan kota pelajar.


Sejarah


Nama "Malang" sampai saat ini masih diteliti asal-usulnya oleh para ahli sejarah. Para ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber untuk memperoleh jawaban yang tepat atas asal usul nama "Malang". Sampai saat ini telah diperoleh beberapa hipotesa mengenai asal usul nama Malang tersebut.
Wilayah cekungan Malang telah ada sejak masa purbakala menjadi kawasan pemukiman. Banyaknya sungai yang mengalir di sekitar tempat ini membuatnya cocok sebagai kawasan pemukiman. Wilayah Dinoyo dan Tlogomas diketahui merupakan kawasan pemukiman prasejarah.[1] Selanjutnya, berbagai prasasti (misalnya Prasasti Dinoyo), bangunan percandian dan arca-arca, bekas-bekas fondasi batu bata, bekas saluran drainase, serta berbagai gerabah ditemukan dari periode akhir Kerajaan Kanjuruhan (abad ke-8 dan ke-9) juga ditemukan di tempat yang berdekatan.[1][2]
Alun-alun Kota Malang
Malangkuçeçwara (baca: Malangkusheswara) yang tertulis di dalam lambang kota itu, menurut salah satu hipotesa merupakan nama sebuah bangunan suci. Nama bangunan suci itu sendiri diketemukan dalam dua prasasti Raja Balitung dari Jawa Tengahyakni prasasti Mantyasih tahun 907, dan prasasti 908 yakni diketemukan di satu tempat antara Surabaya-Malang. Namun demikian dimana letak sesungguhnya bangunan suci Malangkuçeçwara itu, para ahli sejarah masih belum memperoleh kesepakatan. Satu pihak menduga letak bangunan suci itu adalah di daerah gunung Buring, satu pegunungan yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terdapat salah satu puncak gunung yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran dugaan ini masih terus dilakukan karena ternyata, disebelah barat kota Malang juga terdapat sebuah gunung yang bernama Malang.
Pihak yang lain menduga bahwa letak sesungguhnya dari bangunan suci itu terdapat di daerah Tumpang, satu tempat di sebelah utara kota Malang. Sampai saat ini di daerah tersebut masih terdapat sebuah desa yang bernama Malangsuka, yang oleh sebagian ahli sejarah, diduga berasal dari kata Malankuca yang diucapkan terbalik. Pendapat di atas juga dikuatkan oleh banyaknya bangunan-bangunan purbakala yang berserakan di daerah tersebut, seperti Candi Jago dan Candi Kidal, yang keduanya merupakan peninggalan zaman Kerajaan Singasari.
Dari kedua hipotesa tersebut di atas masih juga belum dapat dipastikan manakah kiranya yang terdahulu dikenal dengan nama Malang yang berasal dari nama bangunan suci Malangkuçeçwara itu. Apakah daerah di sekitar Malang sekarang, ataukah kedua gunung yang bernama Malang di sekitar daerah itu. Sebuah prasasti tembaga yang ditemukan akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, sebelah barat daya Malang, dalam satu bagiannya tertulis sebagai berikut : “………… taning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I ………”. Arti dari kalimat tersebut di atas adalah : “ …….. di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu ………” Dari bunyi prasasti itu ternyata Malang merupakan satu tempat di sebelah timur dari tempat-tempat yang tersebut dalam prasasti itu. Dari prasasti inilah diperoleh satu bukti bahwa pemakaian nama Malang telah ada paling tidak sejak abad 12 Masehi.
Nama Malangkuçeçwara terdiri atas 3 kata, yakni mala yang berarti kecurangan, kepalsuan, dan kebatilan; angkuça (baca: angkusha) yang berarti menghancurkan atau membinasakan; dan Içwara (baca: ishwara) yang berarti "Tuhan". Sehingga, Malangkuçeçwara berarti "Tuhan telah menghancurkan kebatilan".
Hipotesa-hipotesa terdahulu, barangkali berbeda dengan satu pendapat yang menduga bahwa nama Malang berasal dari kata “Membantah” atau “Menghalang-halangi” (dalam bahasa Jawa berarti Malang). Alkisah Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur telah mencoba untuk menduduki daerah Malang. Penduduk daerah itu melakukan perlawanan perang yang hebat. Karena itu Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud Sunan Mataram. Sejak itu pula daerah tersebut bernama Malang.
Timbulnya Kerajaan Kanjuruhan tersebut, oleh para ahli sejarah dipandang sebagai tonggak awal pertumbuhan pusat pemerintahan yang sampai saat ini, setelah 12 abad berselang, telah berkembang menjadi Kota Malang.
Setelah kerajaan Kanjuruhan, di masa emas kerajaan Singasari (1000 tahun setelah Masehi) di daerah Malang masih ditemukan satu kerajaan yang makmur, banyak penduduknya serta tanah-tanah pertanian yang amat subur. Ketika Islam menaklukkanKerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke daerah Malang. Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang terletak di kota Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh bernama Kutobedah di desa Kutobedah. Adalah Sultan Mataram dari Jawa Tengah yang akhirnya datang menaklukkan daerah ini pada tahun 1614 setelah mendapat perlawanan yang tangguh dari penduduk daerah ini.
Seperti halnya kebanyakan kota-kota lain di Indonesia pada umumnya, Kota Malang modern tumbuh dan berkembang setelah hadirnya administrasi kolonial Hindia Belanda. Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif masih berbekas hingga sekarang, misalnya ''Ijen Boullevard'' dan kawasan sekitarnya. Pada mulanya hanya dinikmati oleh keluarga-keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang menjadi monumen hidup dan seringkali dikunjungi oleh keturunan keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim di sana.
Pada masa penjajahan kolonial Hindia Belanda, daerah Malang dijadikan wilayah "Gemente" (Kota). Sebelum tahun 1964, dalam lambang kota Malang terdapat tulisan ; “Malang namaku, maju tujuanku” terjemahan dari “Malang nominor, sursum moveor”. Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964, kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi : “Malangkuçeçwara”. Semboyan baru ini diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat hubungannya dengan asal usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkuçeçwara.
Kota Malang mulai tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda, terutama ketika mulai di operasikannya jalur kereta api pada tahun 1879. Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.
  • Tahun 1767 Kompeni Hindia Belanda memasuki Kota
  • Tahun 1821 kedudukan Pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas
  • Tahun 1824 Malang mempunyai Asisten Residen
  • Tahun 1882 rumah-rumah di bagian barat Kota di dirikan dan Kota didirikan alun-alun di bangun.
  • 1 April 1914 Malang di tetapkan sebagai Kotapraja
  • 8 Maret 1942 Malang diduduki Jepang
  • 21 September 1945 Malang masuk Wilayah Republik Indonesia
  • 22 Juli 1947 Malang diduduki Belanda
  • 2 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.
  • 1 Januari 2001, menjadi Pemerintah Kota Malang.

Makna Lambang

DPRDGR mengkukuhkan lambang Kotamadya Malang dengan Perda No. 4/1970. Bunyi semboyan pada lambang adalah "MALANG KUÇEÇWARA"


Lambang Kota Malang
  • Motto "MALANG KUÇEÇWARA" berarti Tuhan menghancurkan yang bathil, menegakkan yang benar
  • Arti Warna :
    • Merah Putih, adalah lambang bendera nasional Indonesia
    • Kuning, berarti keluhuran dan kebesaran
    • Hijau adalah kesuburan
    • Biru Muda berarti kesetiaan pada Tuhan, negara dan bangsa
    • Segilima berbentuk perisai bermakna semangat perjuangan kepahlawanan, kondisi geografis, pegunungan, serta semangat membangun untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
Semboyan tersebut dipakai sejak hari peringatan 50 tahun berdirinya KOTAPRAJA MALANG 1964, sebelum itu yang digunakan adalah : "MALANG NAMAKU, MAJU TUJUANKU", yang merupakan terjemahan dari "MALANG NOMINOR, SURSUM MOVEOR"
Yang disahkan dengan "Gouvernement besluit dd. 25 April 1938 N. 027". Semboyan baru itu diusulkan oleh Prof.DR. R.Ng.Poerbatjaraka, dan erat hubungannya dengan asal mula Kota Malang pada zaman Ken Arok.

Geografi

Kota Malang berada pada iklim yang cukup sejuk dan terletak pada ketinggian antara 429 - 667 meter diatas permukaan air laut. 112,06° - 112,07° Bujur Timur dan 7,06° - 8,02° Lintang Selatan, dengan dikelilingi gunung-gunung:

Keadaan Geologi

Keadaan tanah di wilayah Kota Malang antara lain :
  • Bagian selatan merupakan dataran tinggi yang cukup luas, cocok untuk industri
  • Bagian utara merupakan dataran tinggi yang subur, cocok untuk pertanian
  • Bagian timur merupakan dataran tinggi dengan keadaan kurang subur
  • Bagian barat merupakan dataran tinggi yang amat luas menjadi daerah pendidikan

Iklim

Kondisi iklim Kota Malang selama tahun 2006 tercatat rata-rata suhu udara berkisar antara 22,2 °C - 24,5 °C. Sedangkan suhu maksimum mencapai 32,3 °C dan suhu minimum 17,8 °C . Rata kelembaban udara berkisar 74% - 82%. dengan kelembaban maksimum 97% dan minimum mencapai 37%. Seperti umumnya daerah lain di Indonesia, Kota Malang mengikuti perubahan putaran 2 iklim, musim hujan, dan musim kemarau. Dari hasil pengamatan Stasiun Klimatologi Karangploso curah hujan yang relatif tinggi terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, April, dan Desember. Sedangkan pada bulan Juni, Agustus, dan Nopember curah hujan relatif rendah.

Pembagian administratif


Kedungkandang
Kota Malang terdiri atas 5 kecamatan, yaitu:
  1. Sukun
  2. Klojen
  3. Blimbing
  4. Lowokwaru

Kependudukan


Sebagian besar adalah suku 
Jawa, serta sejumlah suku-suku minoritas seperti MaduraArab, dan Tionghoa.Jumlah penduduk Kota Malang 820.243 (2010), dengan tingkat pertumbuhan 3,9% per tahun.
Agama mayoritas adalah Islam, diikuti dengan Kristen ProtestanKatolikHinduBuddha, dan Kong Hu Chu. Bangunan tempat ibadah banyak yang telah berdiri semenjak zaman kolonial antara lain Masjid Jami (Masjid Agung), Gereja Hati Kudus Yesus, Gereja Kathedral Ijen (Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel), Klenteng di Kota Lama serta Candi Badut di Kecamatan Sukun dan Pura di puncak Buring. Malang juga menjadi pusat pendidikan keagamaan dengan banyaknya Pesantren, yang terkenal ialah Ponpes Al Hikam pimpinan KH. Hasyim Muzadi, dan juga adanya pusat pendidikan Kristen berupa Seminari Alkitab yang sudah terkenal di seluruh Nusantara, salah satunya adalah Seminari Alkitab Asia Tenggara.
Bahasa Jawa dengan dialek Jawa Timuran adalah bahasa sehari-hari masyarakat Malang. Kalangan minoritas Suku Madura menuturkanBahasa Madura.
Malang dikenal memiliki dialek khas yang disebut Boso Walikan, yaitu cara pengucapan kata secara terbalik, misalnya Malang menjadiNgalambakso menjadi oskab' burung menjadi ngurub, dan contoh lain seperti saya bangga arema menang-ayas bangga arema nganem . Gaya bahasa masyarakat Malang terkenal egaliter dan blak-blakan, yang menunjukkan sikap masyarakatnya yang tegas, lugas dan tidak mengenal basa-basi.

Pemerintahan

Kota Malang dipimpin oleh seorang wali kota dan wakil wali kota. Keduanya dipilih langsung oleh rakyat kota Malang dalam pemilihan wali kota Malang setiap lima tahun sekali. Pilkada pertama di kota Malang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008, setelah sebelumnya wali kota dan wakilnya dipilih oleh anggota DPRD kota. Berikut ini adalah daftar wali kota Malang:
Masa Penjajahan Hindia Belanda:
  • 1919–1929 H.I. Bussemaker
  • 1929–1933 Ir. E.A. Voorneman
  • 1933–1936 Ir. P.K.W. Lakeman
  • 1936–1942 J.H. Boerstra
Masa Penjajahan Jepang:
  • 1942–1942 Raden Adipati Ario Sam
  • 1942–1945 Mr. Soewarso Tirtowidjojo
Masa Kemerdekaan:
  • 1945–1958 M. Sardjono Wiryohardjono
  • 1958–1966 Koesno Soeroatmodjo
  • 1966–1968 Kol. M. Ng Soedarto
  • 1968–1973 Kol. R. Indra Soedarmadji
  • 1973–1983 Brigjen TNI–AD Soegiyono
  • 1983–1983 Drs. Soeprapto
  • 1983–1988 dr. H. Tom Uripan
  • 1988–1998 H. M Soesamto
  • 1998–2003 Kol. H. Suyitno
  • 2003–2008 Drs. Peni Suparto, M.A.P. (wakil: Drs. Bambang Priyo Utomo, B.Sc.) - (13 September 2003 - 13 September 2008)
  • 2008–2013 Drs. Peni Suparto, M.A.P. (wakil: Drs. Bambang Priyo Utomo, B.Sc.) - (13 September 2008 - 13 September 2013)
  • 2013–2018 H. Muhammad Anton (wakil: Drs. Sutiaji) - (13 September 2013 - saat ini)

Perwakilan


DPRD Kota Malang merupakan perwakilan rakyat yang dipilih langsung oleh warga Malang pada pemilu legislatif setiap lima tahun sekali. Anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 adalah 45 orang yang didominasi oleh PDI Perjuangan (11 kursi), PKB (6 kursi), dan Partai Golkar (5 kursi).

Perekonomian

Pariwisata

Pusat Rekreasi, Perbelanjaan & Fasilitas Umum

Taman Kota & Ruang Terbuka Hijau
  • Tarekot (Taman Rekreasi Kota), terletak di belakang kantor Walikota/ Balai kota
  • Alun-Alun Kota (depan Masjid Jami' Kota Malang & Gedung Pemkab Malang)
  • Alun-Alun Tugu (depan Balai Kota Malang)
  • Hutan Kota Malabar
  • Family Garden Merbabu
Museum & Perpustakaan
  • Museum Brawijaya Malang
  • Museum Bentoel
  • Museum Mpu Purwa
  • Museum zoologi Frater Vianney
  • Perpustakaan Kota Malang (Jalan Ijen)
Taman Rekreasi & Pasar Wisata
  • Kebun Raya Purwodadi (kebun raya kedua di Indonesia)}
  • Taman Rekreasi Senaputra
  • Taman Wisata Tlogomas
  • Pasar Minggu Semeru (Jalan Semeru)
  • Pasar Minggu Vellodrome (lingkar luar arena Velodrome Sawojajar)
  • Wisata Kuliner Pulosari
  • Taman Kridha Budaya Jawa Timur
  • Taman Rekreasi Lembah Dieng
  • Playground
  • Malang Tempoe Doeloe 1 tahun sekali dan di adakan saat pertengahan tahun.
  • Pantai Sendang Biru
  • Tempat Wisata Keluarga Selecta
  • Pemandian Kendedes (peninggalan zaman kerajaan Singosari)
  • Taman Ria Sengkaling
  • Wisata Alam Bromo
  • Kebun Teh Wonosari Lawang
  • Museum Angkut Batu
  • Museum Tubuh ( underconstruction )
  • Batu Secret Zoo
  • Batu Night Spectaculer
  • Jatim Park I
  • Eco Green Park
  • Pemandian Air Panas Cangar
  • Air Terjun Coban Rondo
  • Air Terjun Coban Talun
  • Air Terjun Coban Pelangi
  • Wisata Rafting Kasembon
  • Wisata Rafting Kaliwatu Batu
  • Taman Wisata Wendit
  • Waduk Karangkates (Ir. Sutami)
  • Waduk Lahor
  • Waduk Selorejo Ngantang
  • Masjid Tiban Popes Salafiyah Turen
  • Pasarean Gunung Kawi
  • Pantai Tamban
  • Pantai Goa Cina
  • Pantai Bajulmati
  • Pantai Balekambang
  • Pantai Ngliyep
  • Pantai Kondangmerak
  • Pantai Sipelot
  • Pantai Modangan
  • Pantai Licin
Sarana Olahraga
  • Stadion Gajayana Malang
  • GOR Ken Arok
  • GOR Bima Sakti
  • Arena Balap Vellodrome
  • Araya Golf & Family Club
  • Dieng Family Club
  • Lembah Dieng swimming pool
  • Futsal Champion, Futsal Arena, dll
  • Stadion Kanjuruhan Arema Stadium Clab
Mall & Pusat Perbelanjaan
  • Malang Town Square [Matos],JL.Veteran
  • Malang City Point CITYWALK (akhir 2013), Jalan Raya Dieng
  • Mall Sarinah, terletak di jalan Basuki Rahmad
  • Mall Sarinah 2 (Giant), sawojajar
  • Mall Malang Plasa, terletak di jalan KH. Agus Salim
  • Mall Gajah Mada Plasa, terletak di jalan KH. Agus Salim
  • Mall Mitra I Dept. Store, terletak di jalan KH. Agus Salim
  • Mall Carefour Express, terletak di Jalan A. Yani
  • Mall Matahari Dept. Store di pasar besar
  • Mall Alun Alun Plaza (Ramayana) yg terletak di Jl Merdeka
  • Dieng Plaza Computer Square, jalan Raya Dieng
  • @MX Mall, jalan Veteran
  • Hartono elektronik
  • Gunung Sari Intan
  • TREND Shop
  • Sardo Swalayan
  • Hypermart veteran
  • Giant kawi
  • Giant dinoyo
  • Giant sawojajar
  • Pasar Besar Malang
  • Pasar Blimbing
  • Pasar Dinoyo
  • Pasar Bunul
  • Pasar Mergan
  • Pasar Tawangmangu
  • Pasar Bareng
  • Pasar Oro-oro Dowo
  • Pasar Sukun
  • Pasar Gadang
  • Pasar Induk Gadang
  • Pasar Burung & Tanaman Hias
  • Pasar Comboran
  • Pertokoan Kayutangan
  • Pertokoan Arif Margono
  • Pusat Ruko Sawojajar
  • Pusat Ruko Sulfat
  • Sentra Industri Keripik Tempe Sanan
  • Sentra Kuliner Pulosari
Bioskop
Hotel Dan Guest House
  • Hotel Agung
  • Hotel Aloha
  • Hotel Amaris
  • Hotel Aria Gajayana
  • Hotel Arjosari
  • Hotel Arjuna
  • Hotel Armi
  • Hotel ATRIA Malang
  • Hotel Bahagia
  • Hotel BEST WESTERN
  • Hotel Camelia
  • Hotel Dewarna (Jl. Zainul Arifin)
  • Hotel Dewarna (Jl. Letjend. Soetoyo)
  • Hotel Emma
  • Hotel Emma Mustika Sari
  • Hotel FAVE Dieng Malang, Jl. Raya Dieng
  • Hotel Flamboyant
  • Hotel Gadjah Mada
  • Hotel The Graha Cakra Malang
  • Hotel Grand Palace
  • Hotel Griyadi Montana
  • Hotel Graha Dewata
  • Hotel Gress Home Stay
  • Hotel Griyo Asri
  • Hotel Griyo Margosuko
  • Hotel Griyo Sari
  • Hotel HARRIS, Perum. Riverside
  • Hotel Helios
  • Hotel Horison Ultima
  • Hotel Kahuripan
  • Hotel Kalpataru
  • Hotel Kartika Graha
  • Hotel Kartika Kusuma
  • Hotel Kosabra I
  • Hotel Kosabra II
  • Hotel Malang
  • Hotel Malinda
  • Hotel Mandala Puri
  • Hotel Melati
  • Hotel Megah Mansion
  • Hotel Megawati
  • Hotel Mutiara
  • Hotel Nugraha
  • Hotel Olino Garden
  • Hotel Paddy City Resort
  • Hotel Pajajaran Park
  • Hotel Pelangi
  • Hotel Pelangi II
  • Hotel Pusposari
  • Hotel Regent's Park
  • Hotel Riche
  • Hotel Sahid Montana
  • Hotel Santika Malang
  • Hotel Santoso
  • Hotel Semarang
  • Hotel Setia Budi
  • Hotel Simpang Tiga
  • Hotel Swiss-Belinn
  • Hotel Splendiid Inn
  • Hotel Tirto
  • Hotel Tlogo Mas
  • Hotel Tosari
  • Hotel Trio Indah
  • Hotel Trio Indah II
  • Hotel Tugu Park
  • Hotel UB
  • Hotel UMM Inn
  • Hotel Wilis Indah
  • Hotel Windu Kencono
  • Hotel Wisata Tidar
  • Hotel Royal Iin
  • Hotel Savana
  • Lovender Guest House
  • Arman Guest House
  • D'fresh Guest House
  • Enny Guest House
  • PeYe Guest House
  • Guest House Pemerintah Kota Malang

Industri

Kota Malang memiliki pola pertumbuhan industri yang unik, dimana sebagian besar industrinya disokong oleh sektor industri kecil dan mikro. Hanya terdapat beberapa industri manufaktur besar yang terdapat di Kota Malang sebagian disusun atas industri manufaktur padat karya.

Industri Manufaktur

  • Industri Rokok
  • Industri Tekstil & Garmen
  • Industri Persenjataan Pesawat Tempur (Pabrikan Sari Bahari, Malang)

Industri Kecil dan Mikro

  • Industri Tempe dan Keripik Tempe
  • Industri Makanan & Minuman
  • Industri Kerajinan Kaos Arema
  • Industri Kerajinan Sarung Bantal Dekorasi
  • Industri Kerajinan Rotan
  • Industri Kerajinan Mebel
  • Industri Kerajinan Topeng Malangan
  • Industri Kerajinan Lampion
  • Industri Kerajinan Patung & Taman
  • Industri Kerajinan Keramik & Gerabah
  • Industri Advertising dan Percetakan

Kompleks Industri Manufaktur & Sentra Industri Mikro

  • Kompleks Industri Karya Timur
  • Kompleks Industri Karanglo
  • Kompleks Industri Pandanwangi
  • Sentra Industri Keripik Tempe Sanan
  • Sentra Industri Mebel Blimbing
  • Sentra Industri Rotan Arjosari
  • Sentra Industri Keramik Dinoyo
  • Sentra industri sarang burung

Pendidikan

Perguruan Tinggi

Malang juga dikenal sebagai Kota Pendidikan, karena memiliki sejumlah perguruan tinggi ternama, Sebagai kota pendidikan, banyak mahasiswa berasal dari luar Malang yang kemudian menetap di Malang, terutama dari wilayah Indonesia Timur seperti Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua, bahkan dari luar negeri sekalipun. berikut adalah nama-nama perguruan tinggi di Malang :

Sekolah Menengah Atas (SMA)

Selain perguruan tinggi, ada beberapa sekolah menengah atas yang namanya sudah terkenal hingga tingkat nasional bahkan internasional. Beberapa di antaranya bahkan telah ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, dipelopori oleh SMA Negeri 3 Malang, selanjutnya diikuti oleh SMA Negeri 145810 Malang dan SMA Katolik St. Albertus Malang (SMA Dempo). Sedangkan SMA Swasta lainnya yang cukup bergengsi di Kota Malang antara lain SMA Katolik Kolese Santo Yusup (Hua Ind), SMAK Santa Maria(SMA Langsep), SMAK Cor JesuCharis National Academy dan sebagainya.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Selain itu ada SMK yang menjadi andalan kota Malang yaitu SMK Negeri 4 Malang. Sekolah ini sudah terkenal di dunia Internasional dan Nasional karena prestasi dan Kualitasnya yang sangat baik. Selain itu ada SMK Negeri 8 Malang SMK Negeri 5 Malang, SMK Cor Jesu. yang berstatus SMK Bertaraf Internasional. Adapun sekolah swasta yang menjadi pesaing adalah SMK Telkom Sandhy Putra Malang dan SMK PGRI 3 Malang.

Madrasah Aliyah (MA)

Selain sekolah menengah umum. Di Kota Malang juga terdapat Madrasah Aliyah (MA) Negeri dan Swasta. Berbeda dengan SMA dan SMK yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, Madrasah Aliyah berada di bawah naungan Kementerian Agama. Madrasah Aliyah Negeri ada tiga, yakni MAN 1 Malang, MAN 2 Malang, dan MAN 3 Malang (MAN 3 Malang lebih dikenal dengan Madrasah Terpadu karena berada dalam satu kompleks bersama MIN 1 Malang dan MTsN 1 Malang). Sebagai sekolah yang berbasis Pendidikan Agama Islam, Madrasah Aliyah di Kota Malang ini juga mampu bersaing dengan sekolah umum lainnya, bahkan mampu meraih prestasi nasional. Madrasah Aliyah Swasta lebih banyak didirikan dan dikembangkan oleh yayasan dan organisasi Islam, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Kesehatan

Berikut ini adalah daftar rumah sakit yang ada di kota Malang:

Budaya

Kekayaan etnis dan budaya yang dimiliki Kota Malang berpengaruh terhadap kesenian tradisional yang ada. Salah satunya yang terkenal adalah Wayang Topeng Malangan (Topeng Malang), namun kini semakin terkikis oleh kesenian modern. Gaya kesenian ini adalah wujud pertemuan tiga budaya (Jawa Tengahan, Madura, dan Tengger). Hal tersebut terjadi karena Malang memiliki tiga sub-kultur, yaitu sub-kultur budaya Jawa Tengahan yang hidup di lereng gunung Kawi, sub-kultur Madura di lereng gunung Arjuna, dan sub-kultur Tengger sisa budaya Majapahit di lereng gunung Bromo-Semeru. Etnik masyarakat Malang terkenal religius, dinamis, suka bekerja keras, lugas dan bangga dengan identitasnya sebagai Arek Malang (AREMA) serta menjunjung tinggi kebersamaan dan setia kepada Malang.
Di kota Malang juga terdapat tempat yang merupakan sarana apresiasi budaya Jawa Timur yaitu Taman Krida Budaya Jawa Timur, di tempat ini sering ditampilkan aneka budaya khas Jawa Timur seperti LudrukKetoprakWayang Orang, Wayang Kulit, ReogKuda Lumping, Sendra tari, saat ini bertambah kesenian baru yang kian berkembang pesat di kota Malang yaitu kesenian "Bantengan" kesenian ini merupakan hasil dari kreatifitas masyarakat asli Malang, sejak dahulu sebenarnya kesenian ini sudah dikenal oleh masyarakat Malang namun baru sekaranglah "Bantengan" lebih dikenal oleh masyarakat tidak hanya masyarakat lokal namun juga luar daerah bahkan mancanegara. Khusus di Malang sering diadakan pergelaran bantengan hampir setiap perayaan hari besar baik keagamaan maupun peringatan hari kemerdekaan.
Festival tahunan yang menjadi event ikon kota juga sering diadakan setiap tahunnya. Beberapa festival kota tahunan diantaranya adalah:
  • Festival Malang Kembali: Diadakan untuk memperingati HUT Kota Malang, biasa digelar pada tanggal 21 Mei. Festival ini mengusung situasi kota pada masa lalu, mengubah jalan-jalan protokol kota menjadi museum hidup selama kurang lebih 1 minggu festival ini diadakan.
  • Karnaval Bunga
  • Karnaval Lampion: Biasa diadakan untuk merayakan hari raya imlek.
Skyline Kawasan Malang Barat

Transportasi

Darat

Kereta Api

Kota Malang dilalui jalur kereta api jurusan Malang-Jakarta oleh kereta api Gajayana (eksekutif), kereta api Majapahit (Ekonomi AC non-PSO), dan Matarmaja (Ekonomi AC PSO). Jurusan Malang-Bandung kereta api Malabar (eksekutif-bisnis-ekonomi). Jurusan Malang-Yogyakarta kereta api Malioboro Ekspres (eksekutif). Malang-Banyuwangi kereta api Tawang Alun (ekonomi). Untuk jalur kereta api yang melalui Surabaya-Malang-Blitar-Kediri-Kertosono adalah Kereta api harian kelas ekonomi (Penataran) melayani jalur Surabaya-Malang via Bangil. Serta Kereta api Tumapel (ekonomi) jurusan Malang-Surabaya. Stasiun utama adalah Stasiun Malang (Kotabaru) (+444 M). 2 Stasiun lainnya adalah Stasiun Malang Kotalama (+429 M) dan Stasiun Blimbing (+460 M).

Bus

Untuk jalur bus, Terminal Arjosari yang merupakan terminal terbesar di Malang melayani rute ke seluruh jurusan kota-kota utama di pulau Jawa, BaliNTB dan Sumatera baik kelas ekonomi, Bisnis maupun eksekutif. Untuk pemberangkatan tujuan luar kota Malang terminal Arjosari tidak siaga 24 jam. Pemberangkatan bus terakhir ke Surabaya habis pukul 22.30 WIB dan Baru ada pagi hari pukul 03.00 WIB. Sedangkan untuk kedatangan bus dari luar kota ke Arjosari siaga 24 jam. Terminal Arjosari relatif aman dari calo yang sering memaksa penumpang. Saat ini biaya peron/jasa ruang tunggu Terminal Arjosari telah dihapuskan (gratis).Terminal Gadang melayani rute Malang-Lumajang, Malang-Blitar-Tulungagung-Trenggalek. Namun, saat ini keberadaan Terminal Gadang telah digantikan oleh Terminal Hamid Rusdi yang terletak kurang lebih 2 KM di sebelah timur Terminal Gadang. Sedangkan Terminal Landungsari melayani rute Malang-Kediri, Malang-Jombang dan Malang-Tuban.
Adapun 2 sub terminal lainnya adalah Sub-Terminal Madyopuro di bagian timur Kota Malang, tepatnya di daerah Madyopuro (dekat Sawojajar) dan Sub-Terminal Mulyorejo yang terlatak di sebelah barat daya Kota Malang, tepatnya di daerah Mulyorejo Kecamatan Sukun. Terminal tersebut hanya disinggahi oleh angkutan kota.

Angkutan Kota

Kelima terminal yang ada di Kota Malang terhubung dengan berbagai angkutan kota (biasa disebut angkota atau mikrolet). Angkota atau mikrolet ini ada 2 macam, yakni mikrolet untuk jalur dalam kota dan mikrolet untuk jalur luar kota. Mikrolet jalur dalam kota berwarna biru tua dengan kode garis warna yang beragam untuk membedakan jalurnya, contoh: Arjosari-Gadang (AG) dengan garis warna oranye (saat ini huruf G diganti dengan huruf H untuk Hamid Rusdi), Landungsari-Dinoyo-Hamid Rusdi (LDG, sebelumnya LDH)dengan garis warna putih, Arjosari-Landungsari (AL)dengan garis putih-merah, dan lain sebagainya. Termasuk juga dengan angkot yang menuju sub-terminal. Sedangkan mikrolet untuk jalur luar kota (dari Kota Malang ke Kabupaten Malang atau Kota Batu) berwarna selain biru tua, contoh: LA (Lawang-Arjosari) berwarna hijau, TA (Tumpang-Arjosari) berwarna putih atau putih-hijau, BL (Batu-Landungsari) berwarna ungu muda, dan lain sebagainya.
Trayek Angkutan Kota Malang
Terdapat sekitar 25 trayek angkota di Kota Malang. Tidak semua angkota di Malang beroperasi 24 jam hanya angkot yang melewati jalur tengah saja yang melayani penumpang 24 jam seperti angkot AG dan GA (Arjosari-Gadang) via alun-alun. Sejak penyesuaian subsidi BBM, mulai tanggal 26 Juni 2013, tarif angkota di Kota Malang ini (sesuai Peraturan Walikota Malang No. 24 Tahun 2013 tentang Tarip Angkutan) sebesar Rp 3.000,- (untuk umum) dan Rp 2.000,- (untuk pelajar).
Berikut ini trayek angkutan kota yang melewati jalur dalam Kota Malang
Nama JalurTrayek yang DilaluiKeluarMasukIdentitas Khusus
ALTerm. Arjosari - Term. LandungsariTerminal Arjosari - Jl. R. Panji Suroso - Jl. Laksda Adi Sucipto - Jl. Tenaga - Jl. Karya Timur - Jl. Mahakam - Jl. W. R. Supratman - Jl. Panglima Sudirman - Jl. Patimura - Jl. Trunojoyo - Jl. Kertanegara - Jl. Tugu - Jl. Kahuripan - Jl. Semeru - Jl. Ijen - Jl. Retawu - Jl. Bondowoso - Jl. Jombang - Jl. Surabaya - Jl. Jakarta - Jl. Bogor - Jl. Veteran - Jl. Sumbersari - Terminal Landung SariTerminal Landung Sari - Jl. Tlogomas - Jl. Mayjen MT. Haryono Jl. Gajayana - Jl. Veteran - Jl. Bandung - Jl. Ijen - Jl. Semeru - Jl. Kahuripan - Jl. Tugu - Jl. Kertanegara - Jl. Trunojoyo - Jl. Pattimura - Jl. Panglima Sudirman - Jl. WR. Supratman - Jl. Mahakam - Jl. Karya Timur - Jl. Tenaga - Jl. Laksamana Adi Sucipto - Jl. R. Panji Suroso - Terminal ArjosariGaris putih-merah
AG / AHTerm. Arjosari - Gadang - Term. Hamid RusdiTerminal Arjosari - Jl. Simpang R. Panji Suroso - Jl. Raden Intan - Jl. Jend A. Yani - Jl. Letjen S. Parman - Jl. Letjen Sutoyo - Jl. Jakgung Suprapto - Jl. Basuki Rahmat - Merdeka Utara - Jl. Merdeka Timur - Jl. Sukarjowiryo Panoto - Jl. Pasar Besar - Jl. Sersan Harun - Jl. Prof. Moh. yamin - Jl. Sartono SH - Jl. Kol. Sugiono - Terminal GadangTerminal Gadang - Jl. Kol. Sugiyono - Jl. Sartono SH - Jl. Irian Jaya - Jl. Tanimbar - Jl. Sulawesi - Jl. Yulius Usman - Jl. Syarif Al Qodri - Jl. Kauman - Jl. Hasyim Asy'ari - Jl. A. R. Hakim - Jl. Basuki Rahmat - Jl. Jakgung Suprapto - Jl. Letjen Sutoyo - Jl. Letjen S. Parman - Jl. Jend A. Yani - Jl. Raden Intan - Terminal ArjosariGaris oranye
ATTerm. Arjosari - TidarTerminal Arjosari - Jl.Raden Intan - JL. Jend.A Yani - Jl. Letjen S. Parman - Jl.Ciliwung - Jl. Sundandar Priyosudarmo - Jl. R. Tumenggung Suryo - Jl. P. Sudirman - Jl. Pattimura- Jl. Belakang RSU - Jl. Kahuripan - Jl. Semeru - Jl. Arjuno - Jl. Kawi - Jl. Panderman - Jl. Pandan - Jl. Wilis - Jl. Gading - Jl. Sangga Buana - Jl. Galunggung - Jl. Bukit Barisan - Jl. Lokon - Jl. Raya Tidar - Jl. Puncak Mandala - Terminal Perum TidarTerminal Perum Tidar - Jl. Es. Berg - Jl. Puncak Mandala - Jl. Raya Tidar - Jl. Lokon - Jl. Bukit Barisan - Jl. Galunggung Sangga Buwana - Jl. Gading - Jl. Wilis - Jl. Pandan - Jl. Panderman - Jl. Kawi - Jl. Arjuno - Jl. Semeru - Jl. Kahuripan - Jl. Belakang RSU - Jl. Pattimura - Jl. Panglima Sudirman - Jl. R Tumenggung Suryo - Jl. Sunandar Priyosudarmo - Jl. Letjen. S. Parman - Jl. Jend. A. Yani - Jl. Raden Intan - Terminal Arjosari-
ADLTerm. Arjosari - Dinoyo - Term. LandungsariTerminal Arjosari - Jl. Simpang R. Panji Suroso - Jl. Raden Intan - Jl. Jend. A. Yani - Jl. Letjen S. Parman - Jl. Letjen Sutoyo - Jl. W. R. Supratman - Jl. Panglima Sudirman - Jl. Patimura - Jl. Trunojoyo- Jl. Kertanegara - Jl. Kahuripan - Jl Semeru - Jl. Ijen - Jl. Bandung - Jl. Terusan Bogor - Jl. Mayjen Panjaitan - Jl. Mayjen Haryono - Jl. Tlogomas - Terminal Landung SariTerminal Landung Sari - Jl. Tlogomas - Jl. Mayjen Haryono - Jl. Mayjen Panjaitan - Jl. Semeru - Jl. Kahuripan - Jl. Tugu - Jl. Kertanegara - Jl. Trunujoyo - cokro Aminoto - Jl. Dr. Cipto - Jl. Panglima Sudirman - Jl. W. R. Supratman - Jl. Letjen Sutoyo - Jl. Letjen S. Parman - Jl. Jend A Yani - Jl. Raden Intan - Terminal ArjosariGaris abu-abu
ASDTerm. Arjosari - Jl. Sarangan - DiengTerm. Arjosari - Jl. Simp. PR. Suroso - JL. R. Panji Suroso - Jl. Plaosan Timur - Jl. Teluk Grajakan - Jl. LA. Sucipto - Jl. Simp. Batu Bara - Jl. Batu Bara - Jl. LA. Sucipto - Jl. Tembaga - Jl. Simp. Emas - Jl. Emas - Jl. Sulfat - Jl. RT. Suryo - Jl. Sanan - Jl. Barito - Jl. Mahakam - Jl. Indragiri - Jl. Letjend Sutoyo - Jl. Sarangan - Jl. Mawar - Jl. Bungur - Jl. Melati - Jl. Kalpataru - Jl. Cengkeh - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. M. Panjaitan - Jl. Bandung - Jl. Garut - Jl. Jakarta - Jl. Surabaya - Jl. Gresik - Jl. Bondowoso - Jl. Klampok Kasri - Jl. Taman Wilis - Jl. Kawi Atas - Jl. Mundu - Jl. Raya Langsep - Jl. Ters Dieng - APK Puncak Dieng.APK Puncak Dieng - Jl. Ters. Dieng - Jl. Raya Langsep - Jl. Mundu - Jl. Kawi Atas - Jl. Taman Wilis - Jl. Klampok Kasri - Jl. Bondowoso - Jl. Gresik - Jl. Surabaya - Jl. Jakarta - Jl. Simp. Bogor - Jl. Veteran - Jl. Bogor - Jl. Jl. M. Panjaitan - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. Cengkeh - Jl. Kalpataru - Jl. Melati - Jl. Mawar - Jl. Sarangan - Jl. Letjend Sutoyo - Jl. Indragiri - Jl. Sanan - Jl. RT. Suryo - Jl. Sulfat - Jl. Emas - Jl. Simp. Emas - Jl. Tembaga - Jl. Batu Bara - Jl. Simp. Batu Bara - Jl. LA. Sucipto - Jl. TL Grajakan - Jl. Plaosan Timur - Jl. RP Suroso - Jl. R. Intan - Term. Arjosari
ABG / ABHTerm. Arjosari - Jl. Borobudur - Gadang - Term. Hamid RusdiTerm. Arjosari - Jl. Simp. RP Suroso - Jl. R. Intan - Jl. A. Yani - Jl. Borobudur - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. Cengkeh - Jl. Kalpataru - Jl. Melati - Jl. Mawar - Jl. Saranagan - Jl. Tawangmangu - Jl. Kaliurang - Jl. WR. Supratman - Jl. P. Sudirman - Jl. Pattimuara - JL. Trunojoyo - Jl. Jembatan Pahlawan - Jl. Gatot Subroto - Jl. L. Martadinata - Jl. Kol. Sugiyono - Terminal Hamid RusdiTerminal Hamid Rusdi - Jl. Kol Sugiyono - Jl. L. Martadinata - Jl. Gatot Subroto - Jl. Jembatan Pahlawan - Jl. Trunojoyo - Jl. Cokro Aminoto - Jl. Dr. Cipto - Jl. P. Sudirman - Jl. WR. Supratman - Jl. Kaliaurang - Jl. Tawangmangu - Jl. Sarangan - Jl. Mawar - Jl. Bungur - Jl. Kalpataru - Jl. Cengkeh - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. Borobudur - Jl. A. yani - Jl. R. Intan - Term. ArjosariGaris hijau
AJG / AJHTerm. Arjosari - Janti - Gadang - Term. Hamid RusdiTerm. Arjosari - Jl. RP. Suroso - Jl. Adi Sucipto - Jl. A. Yani - Jl. S. Parman - Jl. Letjen Sutoyo - Jl. Indragiri - Jl. RT. Suryo - Jl. Hamid Rusdi - Jl. Kesatrian - Jl. Terusan Pahlawan - Jl. Urip Sumoharjo - Jl. Pattimura - Jl. Trunojoyo - Jl. Jembatan Pahlawan - Jl. Ir. Juanda - Jl. Zakse - Jl. RE. Martadinata - Jl. Kyai Tamin - Jl. Prof M. Yamin - JL. Peltu Sujono - Jl. Susanto - Jl. Niaga - Jl. Sonokeling - Jl. Janti - Jl. S. Supriyadi - Jl. Satsuit Tubun - Terminal Hamid RusdiTerminal Hamid Rusdi - Jl. Satsuit Tubun - Jl. S. Supriayadi - Jl. Janti - Jl. Sonokeling - Jl. Niaga - Jl. Susanto - Jl. P. Sujono - Jl. Sartono SH - Jl. RE Martadinata - Jl. Kyai Tamin - Jl. Kopral Usman - Jl. Pasar Besar - Jl. . Arifin - Jl. Aris Munandar - Jl. Jembatan Pahlawan - Jl. Trunojoyo - = Jl. Cokro Aminoto - Jl. Dr. Cipto - Jl. P. Sudirman - Jl. RT. Suryo - JL. Barito - Jl. Mahakam - Jl. Karya Timur - Jl. Ciliwung - Jl. Letjend S. Parman - Jl. A. Yani - Jl. R. Intan - Term. Arjosari
AMG / AMHTerm. Arjosari - Mergosono - Gadang - Term. Hamid RusdiTerm. Arjosari - Jl. Simp. Panji Suroso - Jl. S. Priyo Sudarmo - Jl. RT Suryo - Jl. Hamid Rusdi - Jl. Kesatriaan Terusan - Jl. Urip Sumoharjo - Jl. P. Sudirman - Jl. Ir Juanda - Jl. Kebalen - Jl. Kol Sugiyono - Terminal Hamid RusdiTerminal Hamid Rusdi - Jl. Kol. Sugiyono - Jl. L. Martadinata - Jl. Kyai Tamin - Jl. Kopral Usman - Jl. Pasar Besar - Jl. Gatot Subroto - Jl. Jembatan Pahlawan - Jl. Trunojoyo - Jl. Cokroaminoto - Jl. Dr. Cipto - Jl. P. Sudirman - Jl. RT. Suryo - Jl. S. Priyo - Jl. Sudarmo - Jl. LA. Sucipto - Jl. R. Intan - Term. ArjosariGaris ungu
CKLCemorokandang - Term. LandungsariAPK Cemorokandang - Jl. Raya Cemorokandang - Jl. Raya Madyopuro - Jl. Sekarpuro - Jl. Komplek UNIDA - JL. D. Sentani - Jl. D. Tigi - Jl. D. Kerinci - Jl. D. Tondano - Jl. Limboto - Jl. Raya Sawojajar - Jl. Ranu Grati - Jl. M. Wiyono - Jl. Kesatrian - Jl. Hamid Rusdi - Jl. RT. Suryo - Jl. S. Priyo Sudarmo - Jl. Ciliwung - Jl. L. Sutoyo - Jl. Kedawung - Jl. Kalpataru - Jl. Cengkeh - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. Simp Panggung - Jl. Vinolia - Jl. Keramik - Jl. MT. Haryono - Jl. Tlogomas - Term LandungsariTerm Landungsari - Jl. Raya Tlogomas - Jl. M. Haryono - Jl. Keramik - Jl. Vinolia - Jl. Simp Panggung - Jl. Panggung - Jl.; Soekarno-Hatta - Jl. Cengkeh - Jl. Kalpataru - Jl. Kedawung - Jl. Sutoyo - Jl. Hamid Rusdi - Jl. Kesatrian - Jl. M. Wiyono - Jl. Ranu Grati - Jl. Raya Sawojajar - Jl. D. Limboto Barat Ters - Jl. D. Tandono - Jl. D.Paniai - Jl. Komp UNIDA - Jl. Sekar Puro - Jl. Tigi - Jl. D.Sentanu - Jl. Raya Madyopuro - Jl. Cemorokandang - APK Cemorokandang
GL / HLTerm. Hamid Rusdi - Gadang - Term. LandungsariTerm. Gadang - Jl. S Tubun - Jl. S. Supriadi - Jl. Janti - Sonokeling. - Jl. Niaga - Jl. Susanto - Jl. Halmahera - Jl. Sampo - Jl. Kalimantan - Jl. Sulawesi - Jl. Yulius Usman - Jl. Arief Margono - Jl. KH. Hasyim Asyari - Jl. Kawi - Jl. Ijen - Jl. Retawu - Jl. Gede - Jl. Jakarta - Jl. Garut - Jl. Bandung - Jl. Veteran - Jl. Sumbersari - Jl. Gajayana - Jl. MT. Hartono - Jl. Raya Tlogomas -Term Landungsari.Term. Landungsari - Jl. Raya Tlogomas - Jl. MT. Haryono - Jl. Gajayana - Jl. Sumbersari - Jl. Veteran - Jl. Bnadung - Jl. Ijen - Jl. Semeru - Jl. Arjuno - Kawi - Jl. AR Hakim - Jl. Merdeka Utara - Jl. Merdeka Timur - Jl. Kauman - Jl. KH. Hasyim Asyari - Jl. Arief Margono - Jl. Yulius Usman - Jl. Sulawesi Jl. Nusakambangan - Jl. Halmahera - Jl. Susanto - Jl. Niaga - Jl. Sonokeling - Jl. Janti - Jl. S. Supriyadi - Jl. Satsuit Tubun - Terminal Hamid Rusdi
GML / HMLTerm. Hamid Rusdi - Gadang - Mergan - Term. LandungsariTerminal Hamid Rusdi - Jl. Satsuit Tubun - Jl. S. Supriyadi - Jl. Janti - Jl. Sono Keling - Jl. Niaga - Jl. Susanto - Jl. Halmahera - Jl. Tanimbar - Jl. Sulawesi - Jl. Nusakambangan - Jl. Arief Margono - Jl. S. Supriyadi - Jl. Rajawali - Term Mergan Lori - Jl. Raya Langsep - Jl. Galunggunbg - Jl. Bukit Barisan - Jl. Tamboro - Jl. Tidar - Jl. Simpang Candi - Jl. Candi - Jl. Ters. Sigura-gura - Jl. Belakang UIN - Jl. Mertoijoyo Selatan - Jl. Mertojoyo - Jl. MT. Haryono Gg. XII- Jl. Raya Tlogomas - Term LandungsariTerm Landungsari- Jl. Raya Tlogomas - Jl. MT. Haryono - Jl. MT.Haryono Gg XII - Jl. Mertojoyo - Jl. Mertojoyo Selatan - Jl. Belakang UIN - Jl. Ters Sigura-gura - Jl. Candi - Jl. Simp Candi - Jl. Tidar - Jl. Lokon - Jl. Bukit Barisan - Jl. Raya Langsep - Jl. Mergan Lori - Jl. Arief Margono - Jl. Yulius Usman - Jl. Sulawesi - Jl. Halmahera - Jl. Susanto - Jl. Niaga - Jl. Sono Keling - Jl. Janti - Jl. S. Supriyadi - Jl. S. Tubun - Terminal Hamid Rusdi
GM / HMTerm. Hamid Rusdi - Gadang - Term. MadyopuroTerm. Gadang - Jl. Kol. Sugiono . - Jl. Susanto - Jl. Irian Jaya - Jl. Tanimbar. - Jl. Sulaesi. - Jl. Yulius Usman . - Jl. Syarief Al Qodri - Jl. A. I Suryani - Jl. B. Katamso - Jl. Ir Rais - Jl. Jupri - Jl. Bandulan - Jl. Raya Mulyrejo - Sub term Mulyorejo.Term. Mulyorejo. - Jl. Raya Mulyorejo - Jl. Ds. Tebo Selatan - Jl. Raya Mulyo rejo. - Jl. Raya Bandulan . - Jl. Jupri. - Jl. IR. Rais - Jl. B. Katamso. - Jl. A. I. Suryani. - Jl. Sukarjowiryopranoto - Jl. Kyai Tamin - Jl. Prof. M. Yamin. - Jl. Susanto. - Jl. Kol. Sugiono - Jl. Term. Gadang.
GA / HATerm. Hamid Rusdi - Gadang - Term. ArjosariTerminal Gadang - Jl. Satsuit Tubun - Jl. S Supriyadi - Jl. Arif Margono - Jl. Ade Irma Suryani - Jl. KH Wahid Hasyim - Jl. Kauman - Jl. Hasyim Asy'ari - Jl. AR Hakim - Jl. Merdeka Utara - Jl. S Wiryopranoto - Jl. Mojopahit - Jl. Tugu - Jl. Untung Suropati - Jl. Pajajaran - Jl. Truno Joyo - Jl. Cokroaminoto - Jl. Dr Cipto - Jl. Pang Sudirman - Jl. WR Supratman - Jl. Letjend Sutoyo - Jl. Letjend S. Parman - Jl. Jend Ayani - Jl. R Intan - Terminal ArjosariTerminal Arjosari - Jl. Simpang Panji Suroso - Jl. R Intan - Jl. Jend A Yani - Jl. Letjend S Parman - Jl. Letjend Sutoyo - Jl.Indragiri - Jl. Mahakam - Jl. WR Supratman - Jl. Pang Sudirrman - Jl. Patimura Jl. Truno Joyo - Jl. Kertanegara - Jl. Tugu - Jl. Mojopahit - JL. S Wiryopranoto - Jl. Sultan Syahrir - Jl. Halmahera - Jl. Tanimbar - Jl Arif Margono - Jl. S Supriyadi - Jl. Satsuit Tubun - Terminal GadangGaris kuning
JPKPermh. Joyogrand - Jl. Piranha - KarangloPerum Joyo Grand - Jl. Tamansari - Jl. Joyosuryo - Jl. Mertojoyo - Jl. Tambaksari - Jl. Simp GajaHyana - Jl. Gajahyana - Jl. MT. Haryono - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. Pisang Kipas - Jl. Vinolia - Jl. Tunggul Wulung - Jl. Arkodion - Jl. Biola - Jl. Ikan Gurami - Jl. Ikan Kakap - Jl. Piranha Atas - Jl. Piranha - Jl. A. Yani - Jl. Cerme - Jl. BaleArjosari - Jl. Karang Asem - Jl. APK Karanglo IndahAPK Karanglo Indah - Jl. Karang Asem - Jl. Cerme - Jl. A. Yani - Jl. Ikan Piranha - Jl. Piranha Atas - Jl. Ikan Kakap - Jl. Ikan Gurami - Jl. Biola - Jl. Arkodion - Jl. Tunggul Wulung - Jl. Bunga Vinolia - Jl. Pisang Kipas - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. MT.Haryono - Jl. Gajahyana - Jl. Simp Gajahyana - Jl. Tambaksari - Jl. Mertojoyo - Jl. Joyo Suryo - Jl. Tamansari - APK Joyo Grand
JDMPermh. Joyogrand - Dinoyo - MerganAPK Perum Joyo Grand - Jl. Kanjuruan - Jl. Tlogosari - Jl. Tlogo Indah - Jl. Raya Tlogomas - Jl. MT. Haryono - Jl. MT Haryono Gg X - Jl. Joyoraharjo - Jl. Tambaksari - Jl. Simp Gajayana - Jl. Gajayana - Jl. Sumbersari - Jl. Bendungan Sutami - Jl. Galunggung - Jl. Raya Langsep - APK MerganAPK Mergan - Jl. Raya Langsep - Jl. Galunggung - Jl. Bendungan Sutami - Jl. Sumbersari - Jl. Gajayana - Jl. Simp Gajahyana - Jl. Tambaksari - Jl. Joyoraharjo - Jl. MT. Haryono Gg X - Jl. MT Haryono - Jl. Raya Tlogomas - Jl. Tlogo Indah - Jl. Tlogosari - Jl. Kanjuruan - APK Joyo Grand
LG / LHTerm. Landungsari - Gadang - Term. Hamid RusdiTerminal Landungsari - Jl. Tlogo Mas - Jl. Mayjend Haryono Jl. Sumber Sari - Jl. Bendungan Sutami - Jl. Surabaya - Jl. Bondowoso - Jl. Gading - Jl. Wilis - Jl. Panderman - Jl. AR Hakim - Jl. Merdeka Utara - Jl. Merdeka Selatan - Jl. Wiryopranoto - Jl. Sultan Syahrir - Jl. Kyai Tamin - Jl. Sartono SH - Jl. Peltu Sujono - Jl. Susanto - Jl. Niaga - Jl. Sonokeling - Jl. Janti - Jl. S. Supriyadi - Jl. Satsuit Tubun - Terminal GadangTerminal Gadang - Jl. Satsuit Tubun - Jl. S Supriyadi - Jl. Janti - Jl. Sonokeling - Jl. Niaga - Jl.Halmahera - Jl. Tanimbar - Jl. Nusa Kambangan - Jl. Terusan Halmahera - Jl. Kapten Piere Tendean - Jl. Arif Margono - Jl. KH Hasyim Asy'ari - Jl. Kawi - Jl. Gading - Jl. Jombang - Jl. Surabaya - Jl. Bendungan Sutami - Jl. Wonogiri - Jl. Bend Sengguruh - Bendungan Sigura-gura - Jl. Sumbersari - Jl. Gajayana - Jl. Mayjen Haryono - Terminal Landungsari-
LDG / LDHTerm. Landungsari - Dinoyo - Gadang - Term. Hamid RusdiTerminal Landung Sari - Jl. Mayjen MT. Haryono - Jl. Mayjen Panjaitan - Jl. Brigjen S. Riyadi - Jl. Jend Basuki Rahmat - Jl. Merdeka Barat - Jl. Kauman - Jl. Syarif al Qodri - Jl. Ade Irma Suryani - Jl. Pasar Besar - Jl. Sersan Harun - Jl. Prof. Moh. Yamin - Jl. Sartono SH - Jl. Kol. Sugiono - Terminal GadangTerminal Gadang - Jl. Kol. Sugiono - Jl. Sartono SH - Jl. Irian Jaya - Jl. Tanimbar - Jl. Sulawesi - Jl. Yulius Usman - Jl. Syarif Al Qodri - Jl. Ade Irma Suryani - Jl. Hasyim Asy'ari - Jl. Kawi - Jl. Bromo - Jl. Buring - Jl. Ijen - Jl. Bandung - Jl. Veteran - Jl. Terusan Bogor - Jl. Mayjen Panjaitan - Jl. Mayjen haryono - Terminal Landung SariGaris putih
MMTerm. Madyopuro - Term. MulyorejoTerm Mulyorejo - Jl. Raya Bandulan - Jl. Jupri - Jl. Raya Langsep - Jl. Raya Dieng - Jl. Kawi Atas - Jl. Kawi - Jl. A.R. Hakim - Jl. Merdeka Utara - Jl. MGR. Sugriwiryopranoto - Jl. Mojopahit - Jl. Tugu - Jl. Kertanegara - Jl. Trunojoyo - Jl. Pattimura - Jl. Urip Sumoharjo - Jl. M. Wiyono - Jl. Ranu Grati - Jl. Danau Toba - Jl. Ki Ageng Gribig - Term MadyopuroTerm Madyopuro - Jl. Ki Ageng Gribik - Jl. Danau Toba - Jl. Ranu Grati - Jl. M. Wiyono - Jl. Urip Sumoharjo - Jl. Pattimura - Jl. Trunojoyo - Jl. Kertanegara - Jl. Tugu - Jl. Mojopahit - Jl. Basuki Rahmad - Jl. Merdeka Barat - Jl. Kauman - Jl. KH Hasyim Asy'ari - Jl. Kawi - Jl. Kawi Atas - Jl. Raya Dieng - Jl. Raya Langsep - Jl. Jupri - Jl. Raya Bandulan - Term MulyorejoGaris merah
MTTerm. Madyopuro - TlogowaruTerm. Mulyorejo - Jl. Sutan Syahrir - Jl. Kyai Tamim - Jl. Laks. Martadinata - Jl. Gatot Subroto - Jl. Ir. H. Juanda - Jl. Muharto - Jl. Ki. Ageng Gribig - Jl. Mayjen Sungkono - Jl. Wonokoyo - Term. TlogowaruTerm. Tlogowaru - Jl. Wonokoyo - Jl. Mayjen Sungkonno - Jl. Ki. Ageng Gribig - Jl. Muharto - Jl. Ir. H. Juanda - Jl. Kebalen Wetan - Jl. Laks. Martadinata - Jl. Kyai Tamim - Jl. K. P. Tendean - Jl. Syarif Al Qodri - Jl. A.I. Suryani - Jl. Sutan syahrir - Terminal Mulyorejo
MKTerm. Madyopuro - KarangbesukiTerm Madyopuro - Jl. Kiageng Gribik - Jl. Muharto - Jl. Z. Zakse - Jl. Pasar Besar - Jl. Zaenal Arifin - Jl. A Munandar - Jl. MGR Sugriwiryopranoto - Jl. Merdeka Timur - Jl. Merdeka Selatan - Jl. Kauman - Jl. KH. Hasyim Asy'ari - Jl. Kawi - Jl. Ijen - Jl. Pahlawan Trib - Jl. Surabaya - Jl. B. Sutami - Jl. Kleseman - APK Karang BesukiAPK Karang Besuki - Jl. Klaseman - Jl. B Sutami - Jl. Surabaya - Jl. Pahlawan Trib - Jl. Guntur - Jl. BS. Riyadi - Jl. Buring - Jl. Merapi - Jl. Bromo - Jl. Semeru - Jl. Kahuripan - Jl. Tugu - Jl. Mojopahit - Jl. Basuki Rahmad - Jl. Merdeka Utara - Jl. Merdeka Timur - Jl. MGR Sugriwiryopranoto - Jl. S. Sah rir - Jl. Kyai Tamin - Jl. Kopral Ustman - Jl. Pasar Besar - Jl. Gatot Subroto - Jl. Ir. H. Juanda - Jl. Muharto - Jl. Ki Ageng Gribik - Term Madyopuro
MKSTerm. Mulyorejo - Klayatan - SukunTerm Mulyorejo - Jl. Raya Mulyorejo - Jl. Raya Bakalan Krajan - Jl. Kemantren Gg III - Jl. Klayatan Gg III - Jl. S. Supriyadi - Jl. APK Pasar SukunAPK Pasar Sukun - Jl. S. Supriyadi - Jl. Klayatan Gg III - Jl. KemaNtren Gg III - Jl. Raya Bakalan Krajan - Jl. Mulyorejo - Ter Mulyorejo
ABBTerm. Arjosari - Polowijen - Jl. Borobudur - BunulAPK Polowijen - Jl. Cakalan - Jl. Ikan Tombro Timur - Jl. Ikan Tombro - Jl. Ikana Piranha Atas - Jl. Ters Ikan Paus - Jl. Ikana Paus VI - Jl. Ikan Paus - Jl. Simpang Borobudur - Jl. A. Yani - Jl. Laksda Adisucipto - Jl. Simp LA Sucipto - Jl. Warinoi - Jl. Membrono - Jl. Sisingamanganraja - Jl. R. Patah - Jl. APK Pasar BunulAPK Pasar Bunul - Jl. Membrono - Jl. Wirinoi - Jl. Simp LA. Sucipto - Jl. Laksda Adi Sucipto - Jl. A. Yani - Jl. Borobudur - Jl. Ikan Paus - Jl. Ikan Paus VII - Jl. Ters Ikan Paus - Jl. Ikan Piranha Atas - Jl. Ikan Tombro Timur - Jl. Cakalan - Jl. APK Polowijen
TSTTlogowaru - Sarangan - TasikmaduSub Term Tlogowaru - Jl. Perum Puri Cempaka Putih - Jl. Raya Arjowinangun - Jl. Wonorejo - Jl. K. Parseh Jaya - Jl. Mayjend. Sungkono - Jl. Muharto - Jl. Puntodewa - Jl. Kalimasada - Jl.M. Wiyono - Jl. Kesatrian - Jl. Untung Suropati Utara - Jl. P. Sudirman - Jl. WR. Supratman - Jl. Letjend. Sutoyo - Jl. Sarangan - Jl. Sarangan Atas - Jl. Selorejo - Jl. Selorejo Blok A - Jl. Selorejo Blok B - Jl. Mawar - Jl. Setaman - Jl. Melati - Jl. Bungur - Jl. Cengger Ayam - Jl. Cengger Ayam I - Jl. Ters Kendalsari - Jl. Bukirsari - Jl. Ters. C. Mendut - Jl. C. Bima - Jl. C. Badut - Jl. C. Sari Utara - Jl. Sudimoro - Jl. Ikan Kakap - Jl. Ikan Tombro - Jl. Ikan Tombro Barat - JL. KH.Yuuf Timur - Jl. KH Yusuf Barat - Jl. Ds Jeruk - Jl. Joyo Utama - APK Tasik MaduAPK Tasik Madu - Jl. Joyo Utomo - Jl. KH.Yusuf Timur Jl. Ikan Tombro Barat - Jl. Ikan Tombro - Jl. Kakap - Jl. C. sari - Jl. C. Mendut - Jl. Ters .C. Mendut - Jl. Bukit Sari - Jl. Cengger Ayam I - Jl. Cengger Ayam - Jl. Melati - Jl. Setaman - Jl. Mawar - Jl. Selorejo Blok B - Jl. Selorejo Blok A - Jl. Sarangan Atas - Jl. Sarangan - Jl. Letjend. Sutoyo - Jl. WR. Supratman - Jl. P. Sudirman - Jl. Untung Suropati Utara - Jl. Kesatrian - Jl. M. Wiyono - Jl. Kalimasodo - Jl. Puntodewo - Jl. Muharto - Jl. Mayjend. Sungkono - Jl. K. Parseh Jaya - Jl. Wonorejo - Jl. Arjowinangun - Jl. Perum. Puri Cempaka Putih - Sub . Term . Tlogowaru.
TATTlogowaru - Arjowinangun - TirtosariAPK Tlogowaru - Jl. Raya Tlogowaru - Jl. Istiqomah - Jl. Raya Arjowinangun - Jl. Babatan V - Jl. Wonorejo - Jl. Jembatan lori - Jl. Kol Sugiono - Jl. Satsui Tubun - Jl. S. Supriyadi - Jl. APK TirtosariAPK Tirtosari - Jl. S. Supriayadi - Jl. S. Tubun - JL. Kol Sugiyono - Jl. Jembatan Lori - Jl. Wonorejo - Jl. Babatan V - Jl. Babatan - Jl. Raya Arjowinangun - Jl. Istiqomah - Jl. Raya Tlogowaru - APK Tlogowaru
TSGPsr. Tawangmangu - Jl. Soekarno-Hatta - GasekPasar Tawangmangu - Jl. Gilimanuk - Tembalangan - Jl. Soekarno-Hatta - Jl. MT Haryono Jl. Gajayana - Jl. Bend Sigura - gura - APK GasekAPK Gasek - Jl. Bend Sigura-gura - Jl. Gajayana Jl. MT Haryono - Jl. Soekarno-Hatta - Tembalangan Jl. Gilimanuk - Pasar Tawangmangu

Udara

Bandara Kota Malang yang dikenal dengan Bandara Abdul Rachman Saleh mulai berkembang sejak Lumpur Lapindo menghambat perjalanan dari Malang ke Bandara Juanda, Surabaya. Sebelumnya bandara ini adalah bandara militer yang sesekali digunakan untuk event-event tertentu, seperti balap mobil drag race yang memerlukan lintasan yang panjang. Saat ini ada 8 penerbangan, Malang-Jakarta (vice versa) setiap hari dilayani oleh Sriwijaya Air (3 penerbangan), Citilink Garuda (1 penerbangan) dan Garuda Indonesia (2 penerbangan). Kemudian Malang-Denpasar dilayani oleh Wings Air (1 penerbangan), serta Malang-Balikpapan oleh maskapai Kal Star Aviation (1 penerbangan).

Olahraga

Berikut ini adalah daftar klub olahraga yang ada di Malang:

Media

Televisi

Lokal

Nasional

Radio

di antaranya:
NamaFrekuensiSitus
RRI MalangAM 891http://www.rri-malang.com/
RRI Malang Pro 1FM 94,6
RRI Malang Pro 2FM 99,4
RRI Malang Pro 3FM 105,3
RRI Malang Pro 4FM 91,9
Radio Tritara YaksaAM 828
Radio KutilangAM 1188
Radio Citra ProtigaFM 87,9
Radio SenaputraFM 88,3
Radio Makobu FMFM 88,7http://radiomakobufm.com/
RCB FMFM 89,5http://rcbfm.net/
Radio Tidar SaktiFM 90,3
Radio AndalusFM 91,1
Bhiga/Beta FM UNMERFM 92,5
Radio ElfaraFM 93,0http://www.93elfarafm.com/
GEMA FMFM 93,5http://gema.sabda.org/radio
Radio DJFMFM 93,8
Radio KosmonitaFM 95,4http://www.kosmonitafm.com/malang-prof.htm
Pionir FMFM 96,2
Mitra FMFM 97,0http://mitrafm.com/
Radio KDS8FM 97,8
Radio Kencana FMFM 98,6http://kencanafm.com/
Radio SolagraciaFM 99.0http://www.solagraciafm.com/
Radio Duta FMFM 99,15
Radio Masjid Jami FMFM 99,8
UM FMFM 99,9
Radio Dakwah Islam (RDI)FM 100,5http://www.kajianislam.net/
UB FMFM 100,9
Radio Malang Kuçeçwara (MFM)FM 101,3http://www.mfmmalang.com/
Kalimaya Bhaskara FMFM 102,1
Radio Mensana FMFM 102,5
Radio Gita Lokaswara FMFM 102,9
Puspita FMFM 103,7
Mitra Adi Swara (MAS) FMFM 104,5http://www.radiomasfm.com/
Tritara FMFM 106,1
Kanjuruhan FMFM 106,5
Radio OneFM 99,0
Sejahtera FMFM 106,9http://www.sejahterafm.com/
Radio Sangkakala FMFM 107,9
Radio Citra Swara FMFM 106,5
Radio H2 FMFM 100,2http://www.radioh2fm.com/
NamaFrekuensiSitus

Buletin & media massa lokal

Julukan

  • Paris van East Java, karena kondisi alamnya yang indah, iklimnya yang sejuk dan kotanya yang bersih, bagaikan kota "Paris"-nya Jawa Timur.
  • Kota Wisata, kondisi alam yang elok dan menawan, bersih, sejuk, tenang dan fasilitas wisata yang memadai merupakan ciri-ciri sebuah kota tempat berlibur.
  • Kota Pendidikan Internasional, situasi kota yang tenang, penduduknya ramah, harga makanan yang relatif murah dan fasilitas pendidikan yang memadai sangat cocok untuk belajar/menempuh pendidikan. Sedikitnya ada lima universitas negeri yang berdiri di Malang: Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Negeri Malang, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Kesehatan Malang dan puluhan atau mungkin ratusan PTS.
  • Kota Militer, terpilih sebagai Kota Kesatrian. Di kota Malang ini didirikan tempat pelatihan militer, asrama dan mess perwira di sekitar lapangan Rampal, dan pada zaman Jepang dibangun lapangan terbang "Sundeng" di kawasan Perumnas sekarang, selain itu juga ada pabrik amunisi, senjata & kendaraan tempur, Pindad, di Turen, Kabupaten Malang .
  • Kota Sejarah, sebagai kota yang menyimpan misteri embrio tumbuhnya kerajaan-kerajaan besar seperti Tumapel, Kanjuruhan, Singosari, Kediri (Dhoho), Mojopahit, Demak dan Mataram. Di kota Malang juga terukir awal kemerdekaan Republik bahkan kota Malang tercatat masuk nominasi akan dijadikan Ibukota Negara Republik Indonesia.
  • Kota Bunga, cita-cita yang merebak di hati setiap warga kota senantiasa menyemarakkan sudut kota dan tiap jengkal tanah warga dengan warna-warni bunga.
  • Kota Olahraga, Banyak lahir bibit-bibit olahragawan yang berasal dari malang, yang paling terkenal dengan olah raga sepak bolanya terbukti dengan berdirinya 2 team sepak bola seperti Persema dan Arema yang mempunyai prestasi cukup baik di tingkat regional dan nasional,di tambah lagi supporter yang sangat fanatik dan atraktif Ngalamania serta Aremania.
  • Kota Apel, mempunyai produksi apel yang melimpah berpusat di wilayah Kota Batu dan Poncokusumo sehingga banyak di ekspor ke dalam dan luar negeri. Disana apel diolah menjadi bermacam-macam makanan maupun minuman, Contohnya Sari apel, Keripik Apel, Manisan dll.
  • Kota Susu, mempunyai produksi susu skala nasional dan internasional yang produksinya terletak di wilayah Pujon Kabupaten Malang. Susu yang didapatkan berasal dari sapi luar negeri sehingga susu yang diperoleh mempunyai kualitas bagus.
  • Kota Dingin, karena memiliki letak geografis yang dikelilingi pegunungan, a.l. Gunung Arjuno Welirang, Gunung Kawi-Panderman, Gunung Bromo-Semeru.
  • Kota Pelajar, karena malang memiliki banyak universitas negeri ataupun swsta yang cukup terkenal sehingga banyak orang dari luar pulau yang pindah ke Malang untuk mencari pendidikan yang lebih baik dari kota lain.
  • Kota Kuliner, Di malang banyak sekali jenis makanan khas yang menggugah selera banyak wisatawan.


Source
In Category : , ,